premeditatio malorum

apa yang kalian pikirkan ketika sedang berkendara?


aku : “hari ini mungkin aku akan jatuh dari motor, kecelakaan parah atau mungkin mati?”


seperti apa sih yang dipikirkan oleh seorang optimistik? bagaimana bisa mereka berpikir bahwa yang mereka inginkan akan terjadi. bagaimana bisa sepositif itu. mereka bisa memberi energi hangat kepada orang lain, apakah itu berkat Tuhan?


lalu seorang pesimistik dianggap seperti membawa racun mematikan yang bisa memengaruhi manusia dengan begitu buruknya. terhindarkan. pahitnya, mereka dijauhi. apakah pesimis (berpikir negatif) itu salah? apa kalian tahu sebenarnya mereka hanya takut (sangat takut) didustakan oleh harapan, ekspetasi, keinginan. teringat sebuah cerita tentang bagaimana si pesimistik ditolak karena sang optimistik sangat optimis bahwa ia takut dipengaruhi aura negatif yang dibawa oleh pesimis. sebegitu menjijikannya seorang yang pesimis?


itulah salah satu alasan yang membuatku untuk selalu berpikir negatif. tidak percaya dengan ekspetasi yang terlalu positif, karena menurutku itu SANGAT SALAH. dan aku tidak peduli pendapat orang lain. karena aku ingin bahagia meski hanya sesederhana “ternyata aku berkendara hari ini tidak mengalami kecelakaan”.


seorang pesimistik memutuskan untuk berbuat demikian disebabkan oleh realisasi ekspetasi yang hancur sedemikian buruknya. akibat hal tersebut ialah berkembangnya paradigma si pesimistik dengan berpikir secara logis dan rasional. mendahulukan data dibanding kata hati. namun, seorang pesimistik mungkin memiliki kata hati yang kuat, karna pengaruh kuat dari hati itulah yang dulu memberikan ekspetasi yang tidak rasional pada individu itu. dan feelings itulah yang ternyata mengkhianatinya. oleh karena itu, dengan berusaha kerasa menutup kata hati tersebut. ia mengembangkan pola pikir negatif berlandaskan tidak ingin jatuh dari tempat yang terlalu tinggi lagi.


mental seorang pesimis adalah lemah?


mungkin, atau malah mungkin lebih kuat. tidak diragukan ia memiliki mental yang begitu rapuhnya, saking rapuhnya ia sampai memutuskan untuk menghilangkan harapan dalam hidupnya, ia sudah tidak memiliki harapan apapun lagi di dunia ini, ia sudah terlalu merasakan sakit mendalam. ia ingin pergi dari dunia ini. dan bagaimana mungkin pesimis bermental sangat kuat?. ia sudah terbiasa dengan rasa sakit, apapun yang ia lakukan ia tidak takut, ia tidak takut untuk gagal, ia tidak takut untuk kehilangan, ia kuat menerima berbagai macam kesakitan. dengan ia tetap berpegang pada tidak berekpetasi tinggi.


berpikir negatif : premeditatio malorum


sebuah cara sederhana seorang pesimistik untuk menguatkan mentalnya.


“aku jatuh cinta dengannya, jika aku mengatakan yang sebenarnya, apakah aku bisa mendapatkannya?”. karena dahulu ia telah dikhianati kata hati, ia memutuskan untuk berpikir negatif untuk menyelamatkannya dari provokasi negatif ekspetasi. lalu ia berpikir lagi “mungkin ia tidak menyukai, mungkin ia membenciku, mungkin ia akan berscerita pada teman-temanya betapa menyedihkannya aku atau mungkin ia malah tidak mengenalku?” dengan paradigma yang ia dikembangkan, diputuskan bahwa ia tidak akan mengatakan yang sebenarnya dan memendam dalam kata hati yang memuakkan itu. karena ia lebih memilih menerima luka daripada menurunkan integritasnya.


seorang mahasiswa akhir memutuskan untuk menemui dosennya meminta bimbingan. muncullah rasa takut mendalam akan respon dosennya. dari awal. ia tidak berharap bahwa ia akan bisa bertemu, ia sudah berusaha menghubungi, berusaha untuk mencari secara langsung di kampus mulai dari pagi sampai sore hari. selanjutnya apa yang akan terjadi jika ia sudah bertemu dosen itu? terdapat pemikiran-pemikiran seperti berikut “dosen pasti sedang badmood dan ia tidak ingin bertemu denganku, merobek lembar tugas akhirku, memaki-makiku dengan mengindikasikan betapa bodohnya diriku”. dan pesimis itu selalu bersiap dengan kemungkinan-kemungkinan diatas, hasilnya?. ia bersyukur dengan pikiran negatif itu. ia mendapatkan kebahagiaan sesederhana “senyuman dari dosen pembimbingnya”.


aku : “hari ini mungkin aku akan jatuh dari motor, kecelakaan parah atau mungkin mati?”. itu yang selalu kupikirkan setelah kuhidupkan kendaraan ini. sepanjang jalan yang dipikirkan pun tak terhindarkan hal seperti “mungkin aku akan bertemu seseorang yang buruk, mungkin hari ini akan ada orang yang menyakitiku, hal sakit apa lagi yang bisa ditimbulkan dari kelainan yang kumiliki ini?”.


berpikir negatif yang dipraktikkan oleh pesimistik itu adalah tindakan penyelematan diri untuk dirinya sendiri dari sebuah kejahatan yang disebut ekspetasi. aku pun tidak menyalahkan orang-orang yang menghindar, yang menganggap seorang pesimis adalah sebuah monster gelap menyedihkan serta membawa racun mematikan untuknya. bagaimanapun, tidak ada yang berhak mengadili selain dari pada Tuhan sendiri. yang dilakukan monster tersebut adalah upaya penyelamatan, mengerti?.


dan apa yang kupikirkan sekarang? mungkin akan kehilangan, ketakutan, tidak memiliki apa-apa, sendirian, dan jika aku mati, siapa peduli? 

Komentar